Category Archives: bulutankis

Tan Joe Hok Berpesan Untuk Timnas Bulutangkis Di Tengah Isu Intoleransi

Published / by templehealth

Tan Joe Hok menceritakan mengenai pengalaman yang dialaminya saat kejadian introleransi merebak di Indonesia pada beberapa waktu lalu, G3S/PKI dan kerusuhan 1998.

Berita mengenai masalah intoleransi kembali mencuat belakangan ini. Hal itu turut menyita perhatian banyak orang, termasuk Tan Joe Hok. Tan Joe Hok merupakan salah satu dari enam pebulu tangkis yang berhasil merebut Piala Thomas untuk pertama kalinya. Di tengah isu yang membuat resah tersebut, sang legenda bulutangkis berharap agar para tim nasional taruhan bola tetap berlatih keras, tanpa adanya gangguan serupa yang dulu pernah dia alami, terkait kejadian yang berkaitan dengan intoleransi.

Tan Joe Hok Kenang Masa Sulit Akibat Masalah Intoleransi

Di sebuah hotel di Jakarta hari kamis 1 Mei 2017, saat menceritakan kisah pahit yang dialaminya, Tan Joe Hok sempat menangis. Peristiwa itu adalah G30S/PKI, yang terjadi tahun 1965 dan kerusuhan 1998. Kejadian tersebut sangat mengoyak ketegaran Tan Joe Hok. Pria yang tercatat dalam sejarah bulutangkis, karena menjadi putra Indonesia pertama yang menjuarai All England menceritakan kesulitan yang dialaminya untuk mengurus kewarganegaan seperti warga keturunan lainnya.

“Saat itu kondisi benar-benar sulit. Saya melihat api dimana-mana. Saat itu saya sudah ingin mengirim anak-anak ke luar Jakarta. Tapi jam dua malam sama sekali tak ada tiket,” ungkap Tan sambil menangis.

“Anak saya saat itu sampai berkata ingin kami berkumpul sekeluarga dan biarlah kami mati bersama-sama. Saya tak ingin hal itu terulang pada saat ini,” tambahnya.

Tak hanya sampai di situ saja, karena ternyata pria yang lahir di Bandung 11 Agustus 1937 itu sampai harus mengganti namanya. Padahal namanya telah terkenal di kancah Internasional. Nama barunya adalah Hendra Kartanegara setelah masa Orde Baru bergulir. Dan pada akhirnya, dia memutuskan untuk pindah ke Hong Kong dan Meksiko.

Tan Joe Hok Berharap Peristiwa Huru Hara Tak Terulang

Sebelum masalah intoleransi meletus, sebenarnya Tan Joe Hok telah menjadi kebanggaan tanah air, dengan menjadi juara All England untuk Indonesia di tahun 1959. Pada tahun sebelumnya, dia juga ikut diarak keliling Jakarta sebagai bagian tim Piala Thomas yang menyabet gelar juara kala itu.

“Setelah juara Piala Thomas itu, kami disambut dengan meriah di Istana Negara oleh Presiden Sukarno. Kami diarak keliling dari Hayam Wuruk sampai ke Bandung. Ini siapa (sembari menunjuk sebuah foto). Pak Karno dan di belakang beliau itu saya. Waktu itu, beliau bilang ‘kamu adalah pahlawan bangsa ini’,” ungkap pria yang saat ini berusia 79 tahun itu saat hadir bersama dengan Komunitas Bulutangkis Indonesia.

Tan Joe Hok tidak ingin kalau atlet yang telah mengharumkan nama bangsa dengan bertarung untuk Indonesia tidak memperoleh pengalaman yang sama dengannya. Dia berdoa, agar tim nasional di pelatnas Cipayung tetap dapat latihan yang maksimal demi mencapai prestasi di level Internasional seperti sebelum-sebelumnya.

“Bukan, saya tidak patah hati terhadap negara ini. Saya sedih, saya miris kalau sampai peristiwa serupa terulang lagi. Jangan sampai intoleransi ini menjadi peristiwa huru hara,” terang pria jebolan Universitas Baylor, Texas, Amerika Serikat.

“Mereka (para pemain pelatnas Cipayung) tidak tersentuh. Anggap saja mereka (orang-orang yang melakukan tindakan intoleransi) tidak tahu apa yang mereka lakukan. Bawa saja dalam doa agar mereka tidak mengganggu pelatihan supaya olahraga bulutangkis tetap berprestasi,” terang Tan.

“Para pemain toto online yang tergabung dalam Komunitas Bulutangkis Indonesia terus terang merasa terancam dengan kondisi kebangsaan saat ini. Kami mencermati adanya upaya dari sejumlah pihak yang ingin memecah belah negara dan bangsa Indonesia dengan menggunakan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA),” kata Tan Joe Hok, merupakan legenda yang pernah menjadi juara Piala Thomas di tahun 1958.

Dua Kemenangan Indonesia di India Terbuka

Published / by templehealth

Pasangan Marcus/ Kevin kembali keluar menjadi juara melalui ajang turnamen India tentunya hal tersebut merupakan prestasi luar biasa bagi bulutangkis Indonesia.

Kabar gembira datang dari cabang olahraga bulutangkis, lagu Indonesia raya kembali bisa digaungkan dalam ajang India Terbuka. Banyaknya kemenangan yang dirasakan tim bulutangkis Indonesia di ajang Internasional nampaknya tidak membuat para pemain berbangga diri, hal tersebut justru memacu mereka untuk terus mempertahankan predikat juara.

Selain sepakbola, olahraga bulutangkis merupakan olahraga yang paling digemari agen bola di Indonesia. Setiap kali ada pertandingan bulutangkis disiarkan di televisi, pasti akan banyak orang yang rela meninggalkan program TV favorit mereka demi menonton pertandingan bulutangkis. Besarnya euforia masyarakat Indonesia terhadap olahraga bulutangkis tampaknya menjadi suntikan semangat bagi para pemainnya.

Dua Pasangan Indonesia Saling Berlaga

Ajang India Terbuka yang digelar di Siri Front Indoor Stadium, New Delhi baru saja berakhir, dengan pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo keluar sebagai juaranya. Menariknya dalam babak final India Terbuka, lapangan bulutangkis dipenuhi oleh dua pasang ganda putra dari Indonesia.

Babak final dalam India Terbuka mengharuskan Marcus/ Kevin berhadapan dengan rekan setanah airnya, yaitu Angga Pratama/ Ricky Karanda Suwardi. Hal yang sama pernah mereka alami sewaktu berlaga di babak final turnamen berlevel superseries pada tahun 2016. Bahkan posisi kemenangan juga sama diraih oleh Marcus/ Kevin. Total sudah ada empat kali kedua pasangan ini bertamu dalam pertandingan, dan keempat pertandingan itu selalu dimenangkan oleh pasangan Marcus/ Kevin.

Walaupun berasal dari negara yang sama, pertandingan tetaplah pertandingan. Kedua pasangan ganda putra ini sama–sama memberikan kemampuan terbaiknya. Pada awal permainan, baik Marcus/ Kevin maupuan Angga/ Ricky saling menyusul angka, dengan skor 3–3 atas Marcus/ Kevin. Angga/ Ricky sempat berhasil menyusul, namun pertahanan mereka berhasil dipatahkan kembali. Selama 29 menit, pertandingan dimenangkan oleh Marcus/ Kevin dengan skor 21–11, 21-15.

Sepanjang awal tahun ini, kemenangan di India terbuka merupakan kali kedua bagi Marcus/ Kevin setelah sebelumnya berhasil menjuarai turnament All England. Sedangkan disepanjang tahun 2016, mereka berhasil memenangkan beberapa turnament super series, yang kemudian berdampak terhadap karir mereka di dunia bulutangkis.

Posisi Kedua Untuk Angga/ Ricky

Kemenangan Angga/ Ricky atas pasangan ganda putra asal Cina, membawa mereka ke babak final. Kali ini musuh yang harus dihadapi oleh Angga/ Ricky adalah rekannya sendiri, Marcus/ Kevin. Beberapa kali bertemu dalam laga final, tidak membuat mereka gentar menghadapi satu sama lain. Kedua pasangan ini tetap bermain dengan sangat profesional hingga game terakhir.

Perjalanan Angga/ Ricky di India Terbuka terbilang cukup sulit, pasalnya mereka harus menghadai lawan yang merupakan unggulan lima asal Cina. Di game awal Angga/ Ricky tampak sangat menguasai lapangan, namun langkah mereka sedikit tersendat di game kedua, beruntung di game terakhir mereka mampu mengejar ketertinggalan dan mendominasi permain hingga akhirnya membawa mereka ke babak final.

Kemenangan mereka atas pasangan ganda putra asal Cinta tidak hanya membawa mereka ke babak final, tapi juga mampu membuktikan bahwa unggulan keenam mampu melibas unggulan kelima dengan skor akhir 21-16, 13-21, 21-16. Pertemuan Angga/ Ricky dengan pasangan asal Cina ini merupakan kali kedua, sebelumnya mereka kalah di kandang sendiri dalam turnamen Indonesia Masters di tahun 2015.

Sebenarnya pertempuran sengit antara kedua pasangan setanah air ini merupakan suatu prestasi besar bandar togel bagi dunia bulutankis Indonesia. Sebab dengan mereka maju ke babak final sudah bisa dipastikan hanya akan ada lagu Indonesia Raya yang berkumandang di dalam stadion India Terbuka tersebut.